Perjalanan Karier Presiden Jokowi Mulai Dari Pengrajin Kayu Hingga Jadi Orang Nomor 1 di RI
Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi adalah presiden ke-7 Republik Indonesia yang menjabat sejak tahun 2014. Beliau adalah sosok yang mengawali karier dari dunia usaha dan kemudian terjun ke dunia politik. Bagaimana kisah perjalanan karier beliau hingga menjadi presiden? Berikut ulasannya.
Dari Pengusaha Kayu Hingga Wali Kota Solo
Jokowi lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1961. Beliau berasal dari keluarga sederhana yang berprofesi sebagai tukang kayu dan bambu. Sejak kecil, beliau sudah membantu ayahnya berjualan kayu dan bambu keliling. Beliau juga pernah merasakan hidup susah, bahkan harus berbagi satu telur untuk satu keluarga. Beliau juga pernah mengalami penggusuran rumah sebanyak tiga kali.
Meski demikian, beliau tidak menyerah dan tetap bersekolah hingga lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Setelah lulus, beliau sempat bekerja di PT Kertas Kraft Aceh, namun kemudian memutuskan untuk membuka usaha sendiri di bidang kayu dengan nama CV Rakabu pada tahun 1988. Usahanya berkembang dan beliau menjadi eksportir furnitur yang memiliki banyak karyawan.
Pada tahun 2005, beliau memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surakarta dengan didukung oleh PDIP. Beliau berhasil memenangkan pemilihan dengan perolehan suara 36,62%. Beliau kemudian melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam membangun kota Solo, seperti mengatasi kemacetan, mengembangkan pariwisata, menghidupkan kembali pasar tradisional, dan memberantas korupsi. Beliau juga dikenal dekat dengan rakyat dan sering blusukan ke berbagai tempat. Kinerja beliau mendapat apresiasi dari masyarakat dan media. Beliau terpilih kembali sebagai Wali Kota Solo untuk periode kedua pada tahun 2010 dengan perolehan suara 90,09%.
Dari Gubernur DKI Jakarta Hingga Presiden RI
Pada tahun 2012, beliau mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Beliau kembali didukung oleh PDIP dan juga beberapa partai lain. Beliau berhasil mengalahkan petahana Fauzi Bowo dengan perolehan suara 53,82%. Beliau kemudian melanjutkan program-program pembangunan di Jakarta, seperti mempercepat pembangunan MRT, menghapus busway, menertibkan PKL, dan menggusur permukiman liar. Beliau juga meluncurkan program Kartu Jakarta Pintar, Kartu Jakarta Sehat, dan Kartu Jakarta Mahir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada tahun 2014, beliau mencalonkan diri sebagai Presiden RI dengan berpasangan dengan Jusuf Kalla. Beliau kembali didukung oleh PDIP dan juga beberapa partai lain. Beliau berhasil mengalahkan Prabowo Subianto dengan perolehan suara 53,15%. Beliau kemudian memimpin Indonesia dengan visi Nawacita, yaitu sembilan agenda prioritas yang meliputi pembangunan infrastruktur, reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, perlindungan lingkungan, dan penguatan kedaulatan negara.
Pada tahun 2019, beliau mencalonkan diri kembali sebagai Presiden RI dengan berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Beliau kembali didukung oleh PDIP dan juga beberapa partai lain. Beliau berhasil mengalahkan Prabowo Subianto untuk kedua kalinya dengan perolehan suara 55,50%. Beliau kemudian melanjutkan kepemimpinannya dengan visi Indonesia Maju, yaitu lima agenda prioritas yang meliputi pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, reformasi hukum, dan penguatan politik.
0 Response to "Perjalanan Karier Presiden Jokowi Mulai Dari Pengrajin Kayu Hingga Jadi Orang Nomor 1 di RI"
Posting Komentar